 |

Indosat Siap Jual 12 Ribu Menara Lagi
Jakarta - Setelah melepas 2.500 menara telekomunikasinya, Indosat akan kembali menjual ribuan menaranya. Tujuannya apa lagi kalau bukan dana segar d... read more
Jakarta - Setelah melepas 2.500 menara telekomunikasinya, Indosat akan kembali menjual ribuan menaranya. Tujuannya apa lagi kalau bukan dana segar dan efisiensi operasional.
Menurut Direktur Keuangan PT Indosat Tbk Curt Stefan Carlsson, fokus perusahaannya tahun ini adalah menyelesaikan transaksi penjualan 2.500 menara dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Nah, setelah proses itu rampung, lanjut Carlsson, Indosat tahun depan akan kembali membuka peluang kepada para peminat aset infrastrukturnya itu untuk melakukan penawaran. "Kami memiliki sekitar 10-12 ribu menara yang siap dijual," jelasnya dalam keterangan, Selasa (15/5/2012).
Dalam penjualan tahap kedua nanti, Carlsson menegaskan bahwa pembeli menara Indosat sebelumnya, TBIG, belum tentu menjadi preferred buyer. Sebab, menurutnya, lelang akan disesuaikan dengan kondisi pada tahun depan.
"Kami akan mengevaluasi nilai tambah yang diberikan calon penawar dan faktor penentu lainnya. Urusan dengan TBIG untuk 2.500 menara saja, sedangkan sisa menara yang akan dilepas pada 2013 itu komitmen berbeda. Bisa saja TBIG kembali memenangkan lelang tersebut, bisa juga pihak lain," katanya.
Menurutnya, penjualan aset tersebut akan menentukan kinerja dari bottom line Indosat. Tidak hanya pada tahun 2012 ini, tetapi juga tahun depan.
"Jika transaksi dengan TBIG untuk 2.500 menara itu bisa diselesaikan pada kuartal kedua atau awal kuartal ketiga, akan mengangkat kinerja dari bottom line perseroan," ungkapnya.
Seperti diketahui, pembelian menara Indosat dilakukan oleh anak usaha TBIG, PT Solusi Menara Indonesia (SMI) seharga USD 518,5 juta.
Dari nilai tersebut, sekitar USD 406 juta merupakan harga pembelian menara telekomunikasi termasuk pengambilalihan hak dan kewajiban Indosat berdasarkan kontrak sewa menyewa tempat pada menara telekomunikasi tersebut.
Sementara USD 112,5 jutanya merupakan klaim kontijen jika tercapai kondisi dan persyaratan seperti tertera dalam asset purchase management.
SMI akan melakukan pembayaran atas USD 406 juta dengan menebitkan surat utang (promissory notes) senilai Rp 661,2 miliar. TBIG akan mengambil alih kewajiban SMI tersebut (Rp 661,2 miliar) dengan menerbitkan surat utang wajib konversi yang akan dilego ke Indosat.
Pada saat bersamaan, Indosat akan menukarkan surat utang wajib konversi tersebut dengan jumlah 239,8 juta saham. Tower Bersama akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement.
TBIG sendiri masih berminat untuk menuntaskan pembelian menara Indosat, minimal mencapai empat ribu unit sesuai dengan kajian awal saat penjajakan dilakukan.

Wah, Iklan Broadband di Inggris pun Dituding Menipu
London - Ternyata keluhan tentang kecepatan akses internet broadband tak hanya terjadi di Indonesia. Di Inggris, misalnya, warga setempat mengeluh k... read more
London - Ternyata keluhan tentang kecepatan akses internet broadband tak hanya terjadi di Indonesia. Di Inggris, misalnya, warga setempat mengeluh karena tak mendapatkan kecepatan koneksi yang dijanjikan. Dari rata-rata 12 Mbps yang ditawarkan dalam iklan, koneksi yang diterima ternyata cuma 7 Mbps.
Demikian terungkap dari hasil survei Guardian yang mengambil sampel 3.000 responden pengguna broadband di Inggris, seperti dikutip detikINET dari Techradar, Selasa (15/5/2012).
Survei online speed test ini merupakan bagian dari kampanye perbaikan kualitas infrastruktur jaringan broadband di negara asal David Beckham tersebut. Dan bisa dibilang, hasilnya cukup mengejutkan. Sebab, hampir semua iklan penawaran koneksi broadband di Inggris dituding tidak jujur.
Mayoritas pengguna broadband di Inggris kecewa karena koneksi yang mereka bayar ternyata 42% lebih rendah dari yang ditawarkan dalam iklan broadband para penyedia jasa internet (ISP) setempat.
Dari sejumlah ISP tersebut, TalkTalk dan Sky adalah yang paling tidak konsisten memenuhi janji iklannya -- 60% lebih rendah dari kecepatan koneksi broadband yang ditawarkan pada umumnya.
Jika pelanggan yang lain biasanya dapat 5 Mbps dari 8 Mbps yang dijanjikan, sementara pelanggan Sky cuma kebagian koneksi 4,8 Mbps dari 12 Mbps yang digembar-gemborkan dalam iklan komersial yang diterima warga Inggris.
Penyedia akses internet Virgin Media juga dikeluhkan mangkir 41% dari rata-rata kecepatan koneksi yang ditawarkan dalam iklannya. Sementara BT masih agak mendingan dibanding ISP lain karena cuma beda 25% lebih rendah dari janjinya.

Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel
Jakarta - Alex Janangkih Sinaga baru saja diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno. Pergantian direksi ini merupak... read more
Jakarta - Alex Janangkih Sinaga baru saja diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno. Pergantian direksi ini merupakan hasil keputusan pemegang saham Telkomsel yang berlaku efektif mulai Rabu, 16 Mei 2012.
Demikian dikonfirmasikan Eddy Kurnia, head of Corporate Communication Affair Telkom, selaku induk usaha dari Telkomsel. Tak hanya Sarwoto yang diganti, namun semua direksi ikut dirombak.
"Confirmed," tegas Eddy kepada detikINET mengenai pergantian direksi Telkomsel yang tertutup bagi kalangan media, di Jakarta, Rabu (16/5/2012).
Selain Sarwoto, direksi Telkomsel lainnya yaitu Direktur Keuangan Triwahyusari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Herfini Haryono, Direktur Operasi Ng Kwon Kee dan Direktur Niaga Leong Shin Loong, ikut lengser.
Mereka digantikan oleh susunan direksi baru sebagai berikut:
1.Alex Janangkih Sinaga (President Director)
2.Mas'ud Khamid (Director of Sales)
3.Heri Supriadi (Director of Finance)
4.Herdy Rosadi Harman (Director of Human Capital Management).
5.Abdus Somad Arif (Director Of Network)
6.Edward Ying Siew Heng (Director Of Planning and Transformasi)
7.Ng Soo Kee (Director of IT)
8.Goh Hui Min Rachel (Director Of Marketing)
|